jump to navigation

Gugat Cerai Perempuan ! September 1, 2009

Posted by nasiruddin in Just Write Down.
add a comment

Data perceraian

Kalau kita mencermati grafik di atas, setidaknya ada dua hal yang dapat kita simpulkan yaitu bahwa di DIY grafik angka perceraian ada kecenderungan meningkat jumlahnya, dan perceraian yang terjadi atas gugatan istri lebih banyak dibandingkan dengan yang terjadi atas gugatan suami.

Berkaitan dengan hal pertama, sejak lama para ahli sudah memprediksi bahwa angka perceraian pada negara yang tahapannya seperti Indonesia ini akan meningkat, Francis Fukuyama dalam bukunya “The Great Disruption” mengatakan bahwa salah satu yang mengikuti perubahan masyarakat agraris ke masyarakat industri adalah meningkatnya angka perceriaan yang menyertai turunnya angka kepercayaan masyarakat.

Beberapa orang dari masyarakat yang saya wawancarai memang tidak  ”ngeh” dengan fenomena ini karena kebanyakan orang memang tidak memperhatikannya, tetapi satu hal yang muncul dari mereka adalah semakin banyak perempuan yang berani untuk hidup sendiri, dan tidak selalu tergantung pada laki-laki yang menjadikan mereka lebih berani menentukan sikap. bahkan fenomena banyaknya cerai yang diajukan oleh gugatan perempuan disinyalir merupakan jalan keluar bagi perempuan untuk lepas dari belenggu KDRT yang terjadi pada rumahtangganya.

MINTALAH DARI ARAH KANAN… June 25, 2009

Posted by nasiruddin in social psychology.
Tags: ,
add a comment

Sebuah penelitian yang menarik dilaporkan oleh Marzoli & Tommasi (2009). Mereka melakukan serangkaian eksperimen di Italia yang hasilnya, Permintaan yang ditujukan pada telinga kanan cenderung lebih direspon dari pada yang ditujukan pada telinga kiri.

Dalam salah satu percobaanya, Marzoli meminta 176 orang yang dipilih secara random untuk dimintai sesuatu baik dari arah kanan maupun dari arah kiri. Hasilnya permintaan yang diarahkan ke telinga kanan 2X lebih berhasil dari pada yang diarahkan ke telinga kiri.

Beberapa ahli melihat bahwa hal ini disebabkan bahwa permintaan itu umumnya diwujudkan dengan bahasa, sedangkan pusat pengolahan bahasa ada di Otak kiri yang mendapatkan input dari telinga kanan. Makanya permintaan lebih diperhatikan dan segera diolah ketika diarahkan ke telinga kanan.

Menarik..menarik,

jadi bagi yang suka minta rokok, mintalah dari sebelah kanan..Ya!

Selingkuh emosional May 12, 2009

Posted by nasiruddin in Just Write Down.
add a comment

Beberapa waktu lalu saya mereview sebuah skala dari buku “Not Just Friends” tulisan Shirley P.Glass, Ph.D.  yang mengukur apakah aktivitas online anda berpotensi untuk menjadi selingkuh online, kali ini saya review satu lagi skala yang mengukur apakah hubungan pertemanan anda sudah mengarah kepada selingkuh emosional yang merupakan jalan yang umum dilalui oleh mereka yang terlibat pada perselingkuhan fisik.

Skala :

Jawablah Ya pada pernyataan yang sesuai dengan keadaan anda, dan Tidak pada pernyataan yang tidak sesuai dengan keadaan anda.

1.       Apakah anda lebih banyak bercerita kepada teman anda dari pada kepada pasangan anda tentang kesulitan yang anda temui sehari-hari?

2.       Apakah anda mendiskusikan perasaan negatif anda atau cerita tentang hubungan anda dengan pasangan anda kepada teman anda lebih banyak dari pada dengan pasangan anda sendiri?

3.       Apakah anda terbuka kepada pasangan anda tentang pergaulan anda dengan teman anda?

4.      Apakah anda merasa nyaman seandainya pasangan anda mendengarkan percakapan anda dengan teman anda?

5.     Apakah anda akan merasa nyaman ketika pasangan anda menyaksikan rekaman ketika anda rapat dengan teman anda?

6.     Apakah anda merasakan adanya dorongan seksual dengan teman anda?

7.     Apakah anda merasakan perbedaan sentuhan dengan teman anda ketika anda sedang hanya berdua dibandingkan ketika di depan orang banyak?

8.      Apakah anda merasakan ada perasaan cinta kepada teman anda?

 

Skoring:

·       Jawaban “Ya” pada item no 1,2,6,7,8, diberikan skor 1 dan jawaban “Tidak” pada Item 3,4,5, diberikan skor 1

·       Jika nilai total anda 0, maka hubungan anda dengan teman anda hanya teman biasa

·       Jika nilai total anda 3 atau lebih, anda patut berhati-hati karena ada potensi ke arah ketertarikan emosional

·     Jika nilai anda 7-8,  berarti anda telah masuk dalam keterkaitan secara emosional dengan teman anda.

 

Kesukaan mendengarkan musik yang vulgar mendorong cepet kawin?? March 30, 2009

Posted by nasiruddin in social psychology.
Tags: , , , ,
add a comment

Mencari-cari jawaban tentang apakah mendengarkan lagu-lagu yang vulgar, yang menggambarkan erotisme dan sex, berpengaruh terhadap perilaku, saya mendapati satu artikel review sebuah penelitian yang asik untuk dibaca. Berikut saya review untuk anda.

Penelitian ini dilakukan oleh peneliti di Universitas Pittsburgh di amerika yang menguji apakah ada hubungan antara musik yang didengarkan oleh remaja dengan kecenderungannya untuk aktif secara sexual. Mereka melakukan penelitian longitudinal dengan 1461 partisipan yang merupakan siswa sekolah menengah berusia antara 12 sampai 17 tahun.

Hasilnya mereka menemukan bahwa remaja yang menggemari lagu dengan lirik yang mengandung pesan-pesan sexual yang eksplisit mempunyai dua kali lebih besar kecenderungan untuk memulai kehidupan sex aktifnya dalam waktu dua tahun kedepan dibandingkan dengan mereka yang menyukai jenis lirik lagu lain atau yang tidak menggemari mendengarkan musik. 51% dari mereka yang masuk dalam kategori “heavy listener” melakukan sex intercourse secara aktif dalam kurun 2 tahun penelitian, dan hanya 29% dari kelompok yang tidak gemar dengan lagu tersebut yang mulai melakukan sexual intercourse dalam waktu 2 tahun tersebut. Perlu dicatat bahwa kebanyakan partisipan adalah virgin ketika penelitian dimulai pada tahun 2002 dan berakhir pada tahun 2004.

Salah satu hal yang di tengarai mengapa hubungan ini terjadi adalah bahwa lagu yang mengandung pesan sexual yang nyata membuat sex menjadi kuat berada dalam pikiran remaja dan ingin di wujudkan dalam dunia nyatanya.

Penelitian iini juga menemukan bahwa apapun jenis musiknya, yag lebih berperan adalah lyric lagu tersebut. Dan kebanyakan lirik lagu vulgar ini dipersepsikan bahwa laki-laki didalamnya sebagai sex machine dan perempuan sebagai sex object.

Nah.. jadi ati-ati anak-anak remaja jangan suka ndengerin lagu-lagunya inul.. soalnya khawatir jadi pingin segera kawin..

Look at:

http://news.softpedia.com/news/Teenagers-Listening-to-Vulgar-Music-Have-Sex-Earlier-32233.shtml

“Do it Responsibly” apakah sebuah indikator pergeseran norma? March 27, 2009

Posted by nasiruddin in social psychology.
Tags: , ,
add a comment

Dalam perjalanan saya ke kantor pagi ini saya tertarik dengan sebuah baliho dilampu merah. Jack Daniel’s, sebuah produsen minuman beralkohol membuat slogan yang menarik dan langsung teringat dalam memory saya (karena saya baca berulang-ulang) slogan itu berbunyi “Your Friends at Jack Daniel’s remind you to drink responsibly”. Saya mengamati slogan-slogan dengan nada seperti ini semakin banyak didengungkan akhir-akhir ini. Kelompok musik Slank salah satunya menyerukan pesan “Jangan mabuk Kalau naik motor”.

Slogan-slogan ini kalau saya rasa-rasa kan tampaknya bentuk dari “Lowball technique” yaitu sebuah metode persuasi dengan memberi awalan kesepakatan kecil untuk memperoleh perubahan sikap yang lebih besar. Saya melihat pemilihan katanya pun sangat tepat. Penggunaan kata responsible, tanggung jawab, aman, sangat memungkinkan untuk diterima oleh subjek pembaca, dan kemungkinan mereka menerima komitmen itu menjadi semakin besar. Dan tujuan akhirnya tidak salah adalah mendorong pergeseran norma dari sesuatu yang awalnya dilarang kemudian dapat diterima dan dilakukan asalkan dilakukan dengan tanggung jawab.

Dan yang perlu diwaspadai adalah bahwa slogan serupa tidak hanya dibuat oleh Jack Daniel’s saja tetapi juga pada urusan sex dengan istilah “sex aman” ataupun pacaran dengan istilah “Pacaran sehat”.